Jubah Mewah

Suatu hari, Nashruddin diundang untuk menghadiri sebuah walimah. Dia lalu pergi dengan mengenakan pakaian jelek dan lusuh.

Sesampainya di tempat undangan, tak seorang pun menyambut Nashruddin dengan baik, bahkan menoleh pun tidak.

Melihat prilaku mereka yang kurang menyenangkan itu, seketika Nashruddin keluar dan pulang ke rumah. Dia lalu melepas pakaiannya yang lusuh itu dan mengenakan jubah paling bagus miliknya. Kemudian, dia segera kembali ke tempat itu.

Setelah melihat Nashruddin dengan pakaian begitu mewah, mereka langsung menyambutnya

dengan penuh penghormatan dan pengagungan. Lalu, mendudukkannya di tempat terdepan dan memberinya makanan paling enak dan mahal.

Tak lama, Nashruddin pun melepas jubahnya dan berkata padanya, “Makanlah, wahai yang memiliki kehormatan dan kemewahan.”

Melihat tingkah aneh Nashruddin itu, orangorang yang berada di sekitarnya bertanya; “Nashruddin, apa yang sedang kaulakukan dengan jubahmu itu?” Dia menjawab, “Sesungguhnya jubah mewahku ini mengetahui segala yang tidak kalian ketahui dan dia lebih berhak beroleh makanan ketimbang aku. Sebab, seluruh penghormatan telah ditujukan padanya, bukan padaku.”

Kisah di atas dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Nashruddin ingin menyindir kita yang sering menghormati seseorang karena jubah yang dipakai.

Jubah kita dapat berbentuk jabatan, uang, harta, gelar keilmuan maupun nasab. Ketika kita tidak memiliki “jubah” mewah itu, bukan hanya tidak dihormati, ditegur sapa pun tidak.

Semoga kita semua terhindar dari prilaku yang demikian, memandang seseorang hanya karena “jubah” yang dipakainya.

- Advertisement -
Redaksihttps://www.belumtitik.com
belumtitik.com - Mencerdaskan Tanpa Menggurui I kirim siaran pers dan artikel ke redaksi@belumtitik.com

Terbaru

Salat Bukan Agama

Ketika perdebatan yang dilakukan oleh para ilmuwan, budayawan, sastrawan, wartawan, hingga agamawan. Pada akhir-akhir ini, menarik untuk...

Selama Pandemi Corona, Yang Kaya Menjadi Makin Kaya

Belumtitik.com - Ketika menyerang, virus corona tidak mengenal kaya-miskin, semua kalangan bisa terinfeksi. Tapi dampak ekonominya berbeda. Selama krisis corona, mereka yang...

Sains, Filsafat, Agama

Perdebatan “menghadap-hadapkan” agama, filsafat, dan sains sebagai semacam “perselisihan paradigma” berisiko menghadapi problem trilema (dilema namun menyangkut tiga aspek).

Fadli Zon Ingatkan Jokowi Soal Utang BUMN

Belumtitik.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai ada tiga kondisi fundamental yang memicu terjadinya krisis finansial pada tahun 1997/1998,...

Terkait

Salat Bukan Agama

Ketika perdebatan yang dilakukan oleh para ilmuwan, budayawan, sastrawan, wartawan, hingga agamawan. Pada akhir-akhir ini, menarik untuk...

Selama Pandemi Corona, Yang Kaya Menjadi Makin Kaya

Belumtitik.com - Ketika menyerang, virus corona tidak mengenal kaya-miskin, semua kalangan bisa terinfeksi. Tapi dampak ekonominya berbeda. Selama krisis corona, mereka yang...

Sains, Filsafat, Agama

Perdebatan “menghadap-hadapkan” agama, filsafat, dan sains sebagai semacam “perselisihan paradigma” berisiko menghadapi problem trilema (dilema namun menyangkut tiga aspek).

Fadli Zon Ingatkan Jokowi Soal Utang BUMN

Belumtitik.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai ada tiga kondisi fundamental yang memicu terjadinya krisis finansial pada tahun 1997/1998,...
iklan

Leave a Reply