Godaan Iblis

ilustrasi: tribunnews

Belumtitik.com – Dalam surah (7) ayat ke-17 Iblis berjanji akan menggoda manusia dari depan, belakang, kiri dan kanan. Godaan tersebut akan terus dilakukan hingga hari kiamat.

Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut bahwa godaan dari depan itu ialah hilangnya rasa percaya terhadap hari akhir (kiamat). Dalam bahasa ateis maupun agnostik, kebenaran yang tertunda.

Mereka yang tidak percaya Tuhan (Allah Swt.) termasuklah orang-orang yang telah digoda dari depan. Mereka jelas tidak percaya kepada Tuhan termasuk siksa kubur dan kiamat.

Sementara yang dimaksud dengan godaan dari belakang ialah kecintaan atas dunia. Saat ini, komunitas ini paling banyak. Bukan hanya mereka yang ateis dan agnostik, bahkan mereka yang mengaku Islam pun masuk dalam godaan ini.

Cinta dunia telah mengakibatkan beragam bencana sosial dalam kehidupan dunia. Kriminalitas, korupsi, belomba-lomba menumpuk harta untuk pamer, serta kejahatan-kejahatan lainnya.

Lalu godaan dari kanan ialah ketika kita senang menunda-nunda berbuat baik, menunda ibadah, serta reman-remang atas kebenaran. Komunitas ini bisa jadi disebabkan terseret pada godaan kedua tadi.

Sering manusia yang mengaku beriman namun ketika kumandang azan terdengar dia asik dengan hal-hal yang sifatnya duniawi. Ada pula orang-orang yang memiliki harta menunda-nunda menunaikan haji, sedekah, memberi makan fakir-miskin serta anak yatim.

Dan terakhir, iblis akan menggoda manusia dari arah kiri. Itu artinya manusia akan digoda untuk melakukan maksiat, bahkan dosa-dosa kecil menjadi rutinitas. Adakalanya kita (manusia) menganggap remeh dosa-dosa kecil, padahal dosa kecil akan membesar bila sering dilakukan.

Empat arah godaan iblis ini sudah sering kita saksikan. Hari ini ketika pandemi datang, manusia tampak putus asa karena obat dan vaksin belum ditemukan. Sementara korban meninggal terus bertambah.

Manusia mulai tidak percaya Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan itu ada namun membiarkan manusia dalam kesakitan tanpa pertolongan. Bukankah Tuhan itu Yang Maha pengasih dan penyayang, mengapa tidak menurunkan obat.

Kalaulah virus itu didatangkan Tuhan, apa tujuan Tuhan. Bukankah virus itu menyebabkan kematian, ketakutan, air mata bercucuran karena kesedihan ditinggal orang-orang yang dicintai.

Allah Swt. sebenarnya sudah mengatakan dalam Alquran bahwa manusia akan diuji dengan kelaparan, rasa takut, kehilangan jiwa (meninggal dunia), kekurangan harta, dan kekurangan buah-buahan (QS. 2:155).

Lalu kabar gembira akan diterima bagi mereka yang sabar. Ya, virus korona ini hanya ujian kehidupan, sekaligus godaan dari iblis. Apakah kita akan menjadi hamba yang sabar atau hamba yang krisis kepercayaan terhadap Allah Swt.

Setiap ujian memang selalu menghasilkan dua hal, lulus dan tidak lulus. Ingin lulus? kuncinya hanya satu, sabar. Jangan pula kita memaknai sabar tidak berikhtiar, sabar tetap mengharuskan kita melakukan usaha ditemani doa.

Ketika ada anjuran menghindari dunia yang penuh hiruk-pikuk, dunia yang begitu kita cintai, orang-orang sabar akan mengikutinya. Jangan sombong, jangan merasa diri memiliki imun yang hebat, percayalah anjuran dari orang-orang yang berilmu.

Kalaulah Anda memiliki kesehatan dan menurut ilmu Anda tak perlu ikut arahan mereka, silakan. Namun ketika Anda tidak memiliki ilmu namun merasa berilmu dan kemudian bersikap menentang mereka yang berilmu, bukankah itu sikap Iblis ketika merasa lebih baik dari Adam.

kita semua berharap akan lulus ujian kali ini. Meski godaan iblis tidak akan pernah berhenti. Setelah korona berlalu, kita akan kembali digoda untuk mencintai dunia, digoda untuk menunda berbuat baik dan ibadah, kita juga akan digoda untuk kembali melakukan dosa-dosa.

Di era post-truth di mana kebenaran menjadi samar, demikian pula kesalahan, kita mesti membekali diri dengan ilmu. Jangan sampai iblis menggoda kita untuk berinvestasi dosa. Kita anggap sesuatu itu benar padahal itu dosa dan sebaliknya demikian pula.

Setiap saat kita dibanjiri informasi, tanpa ilmu kita akan menjadi jamaah pendosa. Orang-orang yang menyebarluaskan kebohongan (hoaks). Tanpa ilmu kita akan menjadi mangsa peradaban.

Ujian dan musibah yang datang harus dapat kita ambil hikmahnya, sekaligus meningkatkan keimanan kita. Dan jika cerdas, kita malah mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi masa kini dan depan.

Mari berhat-hati menghadapi godaan iblis, entah itu dari depan, belakang, kiri dan kanan. Semoga Allah Swt. menjadikan kita sebagai hamba yang sabar dan takwa.

- Advertisement -
Don Zakiyamani
Penikmat Kopi Senja

Terbaru

Salat Bukan Agama

Ketika perdebatan yang dilakukan oleh para ilmuwan, budayawan, sastrawan, wartawan, hingga agamawan. Pada akhir-akhir ini, menarik untuk...

Selama Pandemi Corona, Yang Kaya Menjadi Makin Kaya

Belumtitik.com - Ketika menyerang, virus corona tidak mengenal kaya-miskin, semua kalangan bisa terinfeksi. Tapi dampak ekonominya berbeda. Selama krisis corona, mereka yang...

Sains, Filsafat, Agama

Perdebatan “menghadap-hadapkan” agama, filsafat, dan sains sebagai semacam “perselisihan paradigma” berisiko menghadapi problem trilema (dilema namun menyangkut tiga aspek).

Fadli Zon Ingatkan Jokowi Soal Utang BUMN

Belumtitik.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai ada tiga kondisi fundamental yang memicu terjadinya krisis finansial pada tahun 1997/1998,...

Terkait

Salat Bukan Agama

Ketika perdebatan yang dilakukan oleh para ilmuwan, budayawan, sastrawan, wartawan, hingga agamawan. Pada akhir-akhir ini, menarik untuk...

Selama Pandemi Corona, Yang Kaya Menjadi Makin Kaya

Belumtitik.com - Ketika menyerang, virus corona tidak mengenal kaya-miskin, semua kalangan bisa terinfeksi. Tapi dampak ekonominya berbeda. Selama krisis corona, mereka yang...

Sains, Filsafat, Agama

Perdebatan “menghadap-hadapkan” agama, filsafat, dan sains sebagai semacam “perselisihan paradigma” berisiko menghadapi problem trilema (dilema namun menyangkut tiga aspek).

Fadli Zon Ingatkan Jokowi Soal Utang BUMN

Belumtitik.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai ada tiga kondisi fundamental yang memicu terjadinya krisis finansial pada tahun 1997/1998,...
iklan

Leave a Reply